METODE PEMBAYARAN DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL II

OPEN ACCOUNT


Perdagangan intenasional menggunakan metode pembayaran Open  Account ini pihak Seller/eksportir melakukan pengiriman barang /pengapalan barang terlebih dahulu kepada importir dan pembayaran baru di kirimkan/ditransfer (TT) ke rekening eksportir setelah barang diterima oleh Importir.

Dalam hal ini proteksi terhadap buyer sangat kecil sehingga risiko lebih dalam yang mungkin dapat terjadi yakni:

·Tidak ada pembayaran sama sekali

·Eksportir hanya menerima setengah pembayaran

·Pembayaran diterima dicicil oleh importir

·Pembayaran yang diterima terlambat

Demikian, semoga bermanfaa

Hasan








Posted via Blogaway

Posted in | Leave a comment

METODE PEMBAYARAN DALAM PERDAGANGAN INTERNASIONAL I

METODE PEMBAYARAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL

Ada beberapa metode pembayaran dalam transaksi perdagangan internasional, yakni

1. Advance Payment Bond

Perdagangan internasional menggunakan metode pembayaran advance payment ini pihak pembeli/buyer /importir melakukan pembayaran terlebih dahulu kepada eksportir dan barang baru di kirimkan setelah pembayaran diterima oleh eksportir.

Dalam hal ini proteksi terhadap buyer sangat kecil sehingga risiko lebih dalam yang mungkin dapat terjadi yakni:

Barang tidak dikirimBarang dikirim tidak seluruh sesuai dengan permintaan buyer (partial shipment)Kualitas barang tidak sesuai dengan yang diperjanjikanKeterlambatan penerimaan barang (paling sering terjadi) dan Pengapalan barang tidak sesuai dengan kontrak

Semoga bermanfaat

Hasan



Posted via Blogaway

Posted in | Leave a comment Lokasi: Pancoran, Indonesia

PERDAGANGAN INTERNATIONAL

PERDAGANGAN INTERNATIONAL

Perdagangan internasional adalah transaksi perdagangan barang dan atau jasa   yang melibatkan beberapa negara yang ditandai dengan adanya alur barang dengan mengikuti peraturan yang berlaku.

Adapun kendala-kendalanya dalam perdagangan international yakni:
1.Letak geografis masing-masing pihak penjual dan pembeli
2.Hukum masing-masing negara
3.Mata Uang
4.Sistem Politik, dan
5.Tingkat Ekonomi

Untuk risiko yang melekat dalam perdagagan international ini meliputi:
1.Performance Risk. 
Dalam hal ini pihak penjual tidak melaksanakan pengiriman barang sebagaimana yang disepakati bersama dalam suatu kontrak penjualan

2.Transaction Risk
Obyek yang diperjual-belikan tidak datang ditempat tujuan dan atau tidak dapat melalui bea cukai negara importir

3.Payment Risk
Suatu kondisi dimana pihak penjual/ eksportir tidak menerima pembayaran atas barang yang telah dikirimkannya.



Posted in | Leave a comment

ANALISA REKENING KORAN

ANALISA REKENING KORAN

Pembahasan saat ini yakni sharing mengenai analisa rekening koran. Sebagaimana diketahui bersama bahwa dengan dilakukannya analisa rekneing koran, kita mampu mengungkapkan kondisi keuangan maupun usaha debitur yang sedang berjalan, bagaimana prospeknya kedepan, dengan pihak mana saja debitur melakukan transaksi dan keadaan keuangan dari debitur dll. Berikut diulas lebih dalam analisa rekening koran.

Ada beberapa hal yang harus dianalisa dari rekening koran yakni:

Jenis transaksinya, meliputi transaksi kredit dan transaksi debetAktivitas harian/mutasi harianJumlah aktivitas / frekuensinyaTotal mutasi debet dan mutasi kreditnyaRata-rata saldo mengendapnyaRata-rata mutasi debet dan mutasi kreditnya

Gambaran secara umum mengenai hasil analisa rekening koran terhadap fasilitas kredit yang telah diterimanya

Mutasi sangat aktif (fasilitas terpakai secara optimal dan fluktuatif)

Usaha debitur sedang berkembang pesatBarang./ jasa debitur laris dipasaranKondisi keuangan baikDebitur berpotensi untuk berkembang

Mutasi tergolong aktif (fasilitas terpakai optimal dan fluktuatif)

Usaha debitur berjalan normalKegiatan debitur sebagian bersifat tunai atau ditransfer ke rekening lainKondisi keuangan cukup baikBerpotensi untuk dikembangkan

Mutasi rata-rata (fasilitas terpakai optimal namun stabil)

Ada kemungkinan debitur memerlukan sumber dana tambahanAda tagihan yang belum masuk / masuk tapi terlambat

Mutasi tergolong kurang aktif (fasilitas diberikan terpakai optimal namun stabil)

Debitur sedang mengalami kesulitas likuiditasUsaha sedang tersendat-sendatMemerlukan pinjaman tambahanLebih aktif transaksi di rekening lain

Mutasi rata-rata (fasilitas terpakai tidak optimal namun fluktuatif)

Debitur berhati-hati terhadap sumber dana dari bank yang telah diterimanyaDebitur aktif di bank lainPenerimaan tagihan lancarKredit Bank hanya terpakai sebagai dana cadangan

Demikian disampaikan..semoga  bermanfaat 

Hasan


Posted via Blogaway

Posted in | Leave a comment Lokasi: Pancoran, Indonesia

ANALISA RATIO

ANALISA RATIO

Analisa ini diperlukan guna menginterpretasikan secara lebih mendalam kondisi keuangan suatu perusahaan, mengkaitkan korelasi antara neraca dan laba/rugi.

Ada banyak perhitungan analisa ratio, dalam hal ini kami hanya mensharingkan 4 ratio saja yang umum dan sering diaplikasikan:

Liquidity Ratio: Ratio ini mengukur kemampuan suatu perusahaan didalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya :

Current Ratio (CR) = Aset Lancar /Kewajiban LancarQuick Asset Ratio  = Kas + Setara Kas + Piutang Dagang /Kewajiban Lancar

Indebtedness Ratio : ratio yang digunakan untuk mengukur struktur permodalan. diantara ratio ini yakni:

Leverage         = Total Hutang / Total ModalLong Term Debt   = Hutang Jk.Panjang / Total ModalShort Term Debt  = Hutang Jk.Pendek/ Total Modal. 

Operating Ratio : Mengukur efektifitas perusahaan didalam pengelolaan aset-asetnya

Perputaran Piutang    = (Piutang / Penjualan ) X 360 hariPerputaran Persediaan = (Persediaan / HPP ) x 360 hariPerputaran Hutang Dagang = (Hutang Dagang/ HPP ) X 360 hari

Profitability Ratio : Mengukur efisiensi perusahaan didalam mengelola aset-asetnya

Return On Aset (ROA)   = (Laba Bersih / Penjualan ) x 100%Return On Equity (ROE) = (Laba Bersih/ Total Modal) X 100%

Demikian sharingnya..semoga bermanfaat

Hasan







Posted via Blogaway

Posted in | Leave a comment Lokasi: 3, Pancoran, Indonesia

GADAI

Gadai merupakan salah satu jenis pengikatan jaminan didalam suatu pemberian fasilitas kredit terhadap barang-barang yang tidak bergerak

Pengikatan jaminan berupa gadai yang ditujukan terhadap barang-barang yang tidak bergerak ini penguasaan atas obyek gadai juga ada pada pemberi kredit/Bank yang mana pemberi kredit/bank ini memiliki hak preferen, yakni mendapatkan perlunasan lebih dulu dibandingkan kreditur lain apabila obyek gadai dijual untuk pelunasan kredit

Adapun beberapa ketentuan didalam gadai selaku jaminan dalam suatu pemberian kredit yakni:
  • Obyek gadai tetap berada didalam penguasaan pemberi kredit/Bank sampai utang pokok berikut bunga dan biaya-biaya lainnya yang timbul atas pemberian fasilitas kredit ini dilunasi oleh debitur
  • Pihak pemberi kredit memiliki kuasa untuk menjual sendiri obyek gadai guna pelunasan kredit tanpa melalui pelelangan 
  • Pengikatan jaminan biasanya dilakukan secara intern
Hapusnya Perjanjian dan Pengikatan Jaminan Secara Gadai:
  1. Pihak berutang/debitur telah selesai memenuhi semua kewajibannya
  2. Obyek gadai dikembalikan kepada pemilik
  3. Beralihnya kepemilikan obyek gadai ke pemberi kredit

Posted in | Leave a comment

PERSONAL GUARANTEE

Sharing kali ini mengenai pengikatan jaminan dalam bentuk personal guarantee/jaminan pribadi dalam suatu pemberian fasilitas kredit.

Personal guarantee atau yang disebut juga dengan jaminan pribadi terhadap pemenuhan kewajiban dalam suatu fasilitas kredit diberikan terhadap seseorang yang mengikatkan dirinya didalam suatu perjanjian kredit untuk turut serta menjaminkan harta-harta pribadinya sebagai pelunasan kredit bilamana terjadi suatu peristiwa gagal bayar.

Adapun beberapa hal yang perlu dipastikan/diperhatikan oleh pemberi kredit dalam hal pengikatan jaminan berupa personal guarantee yakni:
  • Pengikatan jaminan untuk personal guarantee dilakukan dengan akta notaris agar mempunyai kekuatan hukum mengikat yang kuat
  • Utang yang dijamin jelas dan pasti jumlahnya dan nilai penjaminan/borgtocht juga pasti jumlahnya serta tidak melebihi utang yang dijamin
  • Keyakinan dari pihak pemberi kredit terhadap kredibilitas pemberi personal guarantee
  • Pesangan pemberi personal guarantee turut serta hadir dan menandatangani akta personal guarantee
  • Dalam hal pasangan pemberi personal guarantee tidak/berhalangan hadir maka diperlukan surat persetujuan dari pasangan pemberi personal guarantee yang dilegalisasi di Notaris 
Demikian, semoga bermanfaat

Posted in | 1 Comment
Diberdayakan oleh Blogger.