Showing posts with label Analisis Kredit. Show all posts

PRINSIP KEHATI-HATIAN TERHADAP WALK IN CUSTOMER

Kondisi perekonomian yang positif ditandai dengan semakin bergeliatnya perdagangan memicu pihak bank untuk turut serta meningkatkan pertumbuhan perekonomian dengan menggiatkan penyaluran kredit.Salah satu upaya yang dapat dilakukan dalam rangka menggiatkan penyaluran kreditnya yakni dengan cara menjaring calon nasabah yang potensial kepada walk in customer.

Walk in customer tidak semuanya calon nasabah yang bermasalah,oleh karenanya perlu dilakukan penelitian secara seksama untuk mengetahui karakter,kondisi keuangan serta kemampuan bayarnya.

Berikut disampaikan beberapa masukan yang dapat dijadikan pegangan awal dalam rangka memperoleh nasabah Walk In Customer yang kredibel diantaranya sbb:

Mintakan data-data legalitas pribadinya.Mis: KTP/SIM/NPWP,KK,Surat Nikah (Nasabah perorangan) dan SIUP/TDP,akta-akta perusahaan berikut perubahannya dan pengesahannya dari MenKeh dllUntuk nasabah perorangan ada kalanya diperlukan dokumen tambahan guna pengecekan karakternya (penilaian dalam ketepatan memenuhi kewajiban) seperti bukti tagihan dan pembayaran rek listrik/air/tagihan telp dalam jangka waktu 3 bulan terakhirLakukan kunjungan ke tempat usaha maupun tempat tinggal calon debitur secara langsung guna memastikan bahwa data-data dan atau informasi yang disampaikan adalah sesuai dengan apa adanya (yang tersurat sama dengan yang tersirat). Bilamana ada perbedaan maka mintakan keterangan kepada calon debitur tersebut

Demikian semoga bermanfaat

Hasan


Posted via Blogaway

Posted in | Leave a comment Location: 3, Pancoran, Indonesia

LAPORAN SOLISITASI/KUNJUNGAN USAHA

Didalam pemrosesan suatu fasilitas kredit komersiil salah satu tahapan yang harus dilakukan untuk mengecek kebenaran data-data yang disampaikan oleh calon debitur yakni dengan cara dilakukan kunjungan usaha langsung ketempat usaha atau kantor calon debitur. Adapun Beberapa masukan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan yang dapat dimuat didalam hasil laporan kunjungan setelah dilakukan kunjungan secara langsung yakni sebagai berikut:
  1. Keterangan nama lengkap, jabatan pihak-pihak yang ditemui di kantor/lokasi usaha calon debitur, bilamana perlu lampirkan kartu namanya dalam laporan kunjungan anda
  2. Uraian secara detail lokasi usaha yang bersangkutan meliputi:
  • Nama Perusahaan
  • Bidang Usaha
  • Alamat dan No.Telp
  • Penjelasan apakah pemohon adalah pemilik usaha tersebut atau bukan
  • Uraian mengenai jenis bangunan tempat usahanya apakah masuk komplek ruko, pertokoan, perumahan, pasar,mall
  • Uraian jumlah SDM nya, pendidikan
  • Uraikan mengenai jenis barang yang dijual/diproduksi, bahan bakunya, merk
  • Informasi mengenai target konsumen,saluran distribusinya
  • Uraian mengenai sistem manajemennya, gambaran struktur organisasinya,
  • Foto-foto aktivitas usahanya saat dikunjungi
Demikian, semoga bermanfaat.....

Posted in | Leave a comment

RISIKO DAN MITIGASINYA (RENTAL MOBIL)

Pertumbuhan bisnis rental mobil semakin marak mengingat semakin besarnya pemenuhan kebutuhan transportasi bagi perusahaan-perusahaan besar. Adapun pemenuhan kebutuhan lebih banyak dalam bentuk sewa dari pada dalam bentuk pembelian (Aset) dikarenakan beberapa faktor diantaranya dana yang dikeluarkan untuk belanja modal cukup banyak sehingga mengurangi modal kerja peusahaan dan bila menyewa maka tidak perlu belanja modal yang cukup besar hanya perlu mengatur cashflow perusahaan tiap bulannya dalam bentuk biaya sewa per bulan. Dalam kesempatan ini akan diuraikan mengenai jenis-jenis risiko yang melekat pada pembiayaan rental mobil . Adapun beberapa risiko tersebut yakni:
  1. Risiko Kehilangan dan Kerusakan. Dalam hal ini mitigasi yang bisa dilakukan setiap kendaraan yang disewakan wajib diasuransikan dengan banker's clause PT Bank anda dan perusahaan rental wajib mempunyai tim mekanik baik intern maupun dari ekstern untuk mengatasi kerusakan kendaraan.
  2. Adanya Kemungkinan Risiko Kegagalan Terhadap Pembiayaan Kredit. Untuk hal ini dapat diantisipasi dengan memperhatikan : Aspek Jaminan yang harus mengcover pinjaman kreditnya dan adanya kewajiban antara perusahaan rental dengan pihak penyewa dalam kontrak perjanjiannya yakni: wajib terdapat Standing Intruction atas tagihan piutang perusahaan rental yang mana piutang tersebut akan dibayarkan oleh pihak penyewa melalui rekening Perusahaan rental di Bank Anda
  3. Tidak Ada Perpanjangan Kontrak Yang Berjalan. Untuk hal ini dipastikan kepada pihak calon debitur bahwa untuk kontrak-kontrak yang telah berjalan terdapat:
  • MOU yang mendampingi kontrak, bahwasanya untuk kontrak yang sudah habis masa berlakunya maka patut dipastikan diberlakukannya perpanjangan secara otomatis sampai adanya kesepakatan para pihak untuk mengakhiri perjanjian dengan terlebih dahulu harus adanya pemberitahuan secara tertulis
  • Adanya evaluasi per tahun terhadap kontrak yang telah berjalan untuk dilakukan perpanjangan secara otomatis
Demikian beberapa macam risiko-risiko dan mitigasinya yang melakat dalam pembiayaan rental mobil, semoga bermanfaat...

Posted in | Leave a comment

RISIKO DAN MITIGASINYA (TOKO BAHAN BANGUNAN)

Pertumbuhan bisnis toko bahan bangunan cukup pesat akhir-akhir ini,didorong oleh semakin meningkatnya kebutuhan bahan bangunan seiring pesatnya proyek-proyek pembangunan dari berbagai sektor yakni sektor residensial, bangunan komersiil, industri dan institusional maupun infrastruktur. Dalam kesempatan ini akan diuraikan mengenai jenis-jenis risiko yang melekat pada bisnis toko bahan bangunan. Adapun beberapa risiko tersebut yakni:
  1. Risiko Lokasi. Faktor lokasi memegang peranan yang cukup penting mengingat lokasi yang tidak tepat mengakibatkan penjualan menjadi menurun karena sedikitnya pelanggan yang datang. Lokasi disini mencakup juga mengenai ketersediaan lahan parkir. Pastikan tempat usaha dekat dengan pusat keramaian terutama didaerah yang sedang dibangun banyak perumahan
  2. Risiko Kebakaran. Risiko ini melekat pada toko bahan bangunan tersebut dan merupakan salah satu faktor force majeur yang dapat menyebabkan pemilik toko kehilangan tempat berbisnisnya, oleh karenanya mitigasi yang dapat dilakukan adalah adanya Asuransi yang dapat meminimalisir faktor ini dalam bentuk Asuransi Kerugian
  3. Risiko Ketersediaan Barang Dagangan dan Kualitasnya. Pengelolaan persediaan barang yang baik serta terjaminnya kualitas barang yang diperdagangkan merupakan faktor sukses kontinuitas bisnis toko bahan bangunan. Persediaan yang tidak lengkap apalagi sampai rusak/kualitasnya tidak dijaga seringkali menyebabkan pelanggan selalu berpindah ke toko lain apabila hal ini terus terjadi mengakibatkan penjualan semakin menurun
  4. Risiko Meningkatnya Harga-Harga Bahan Bangunan. Mahalnya harga-harga bahan bangunan disebabkan oleh faktor makro ekonomi yang mengakibatkan daya beli masyarakat menjadi menurun dan mangkraknya proyek yang sedang berjalan. Oleh karenanya risiko ini merupakan titik kritis yang harus dicermati dan diurai secara mendetail dalam Memorandum Analisa Kredit sebelum pemberian fasilitas kredit dapat disetujui
Demikian beberapa macam risiko dan mitigasinya yang melekat dalam bisnis toko bahan bangunan yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam pemberian fasilitas kredit toko bahan bangunan, semoga bermanfaat........

Posted in | Leave a comment

PEMBIAYAAN TAGIHAN KEPADA REKANAN

Pada pembiayaan tagihan memiliki tingkat risiko yang besar dibandingkan dengan pembiayaan dengan jaminan fix aset dikarenakan jaminan berupa piutang sebagai second way out dalam hal debitur gagal bayar bentuknya adalah tidak berwujud, namun demikian risiko yang besar ini dapat dimitigasi yakni pembiayaannya hanya ditujukan terhadap rekanan (skim rekanan) maupun pembiayaan kepada BUMN dan rekanannya yang profitable serta memiliki likuiditas yang baik

Ada beberapa syarat dan ketentuan yang dapat dijadikan sebagai pegangan bagi AO untuk mengamankan pembiayaan tagihan dengan skim rekanan diantaranya yakni:

Syarat Kredit
  1. Pastikan debitur menandatangani perjanjian kredit dan pengikatan jaminan secara notarill dan sempurna
  2. Pastikan segala biaya yang timbul sehubungan dengan pemberian fasilitas ini (provisi,admin,notaris) wajib dibayar oleh debitur dimuka/didebet saat pembukaan fasilitas
  3. Persyaratkan juga didalam offering letter bahwa segala macam biaya-biaya yang timbul dan akan timbul atas pemberian fasilitas ini akan menjadi beban debitur dan dibayar dimuka
  4. Persyaratkan juga bahwasanya pihak bank sewaktu-waktu dapat melakukan peninjauan usaha debitur dan debitur harus bersedia menyampaikan segala macam informasi ataupun keterangan berkaitan dengan usahanya sejujur-jujurnya
Syarat Pencairan
  1. Pastikan bahwa jumlah pencairan fasilitas kredit tersebut maksimal tidak melebihi 80% dari penyerahan tagihan oleh Bowheer (invoice) yang masih berlaku untuk setiap proyek
  2. Pastikan bahwasanya pembayaran oleh pihak bowheer dibayarkan melalui rekening debitur di Bank anda
  3. Wajib adanya penyerahan standing instruction atas tagihan piutang dari bowheer yang mana piutang tersebut akan dibayarkan oleh bowheer ke rekening debitur di Bank anda
  4. Pastikan bahwasanya pembayaran piutang atas transaksi yang dibiayai oleh Bank anda tersebut digunakan untuk menurunkan outstanding pinjamannya
Demikian beberapa syarat dan ketentuan yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan ataupun pelengkap dalam pembiayaan tagihan kepada rekanan. Semoga bermanfaat

Posted in | Leave a comment

KELENGKAPAN&OTENTIKASI DATA

Pembahasan mengenai analisa kredit saat ini mengenai kelengkapan dan otentikasi data/dokumen. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan terhadap suatu dokumen yang diserahkan oleh pihak calon debitur kepada AO, beberapa hal yang harus diperhatikan yakni sbb:
  1. Untuk Dokumen2 Keuangan/legalitas/Data Pribadi. Pastikan bahwasanya copy dari rekening koran/rekening tabungan dan laporan keuangannya, dokumen legalitas,data pribadi dari calon debitur adalah sesuai dengan aslinya (terlebih dahulu harus dicocokkan dengan aslinya) dan dibubuhi stempel ''sesuai dengan asli'' serta ditandatangani/paraf oleh AO
  2. Apabila terdapat data/dokumen yang belum dipenuhi oleh calon debitur maka tergolong TBO (To Be Obtained) dan harus dimintakan persetujuannya kepada KABAG/KADIV atau ke Direksi disertai alasan dan kepastian tanggal kapan dapat dipenuhi dokumen-dokumen tersebut
  3. Dalam hal pengikatan kredit dan penandatanganan perjanjian kredit maka segala macam kelengkapan data untuk pengikatan dan perjanjian kredit dipastikan tidak ada yang TBO, bilamana masih tetap ada kekurangan, maka harus segara dipastikan pada hari yang bersamaan data-data TBO harus segera dilengkapi
Demikian, semoga bermanfaat

Posted in | Leave a comment

PERSIAPAN ANALISIS KREDIT

Dalam kesempatan ini, kita mengupas persiapan-persiapan apa yang seyogyanya harus dilakukan sebelum analisis kredit diteruskan lebih jauh. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan yakni mengenai Data Analisis. Data analisis mengenai usaha yang akan dibiayai harus lengkap dan diyakini kebenarannya. Untuk dapat diyakini kebenarannya perlu dilakukan beberapa pendekatan yakni dengan:
  1. Melakukan penelitian secara langsung (kunjungan ketempat usaha)
  2. Mencocokkan data yang satu dengan data-data yang lain, salah satu contohnya yakni alamat usaha dalam SIUP dicocokkan dengan SKDP (Surat Keterangan Domisili Perusahaan) apakah sudah sinkron. Bila berbeda mintakan keterangan kepada manajemen yang bersangkutan
  3. Untuk laporan keuangan bisa dengan jalan meminta saran dari kantor akuntan
Selanjutnya mengenai kelengkapannya ada beberapa data yang secara umum harus dimintakan kepada calon debitur yakni:
  • Legalitas Personal. Legalitas personal dari seluruh pengurus perseroan (Komisaris dan Direksi) berupa copy KTP, NPWP
  • Legalitas Usaha berupa kelengkapan akta pendirian berikut dengan perubahan-perubahannya, izin-izin usaha
  • Data Bisnis meliputi company profile, kontrak-kontrak yang telah berjalan, sedang maupun yang akan dikerjakan, rencana penggunaan kredit, strategi bisnis kedepan, daftar rekanan/langganan
  • Data Keuangan terdiri dari rekening giro teraktif minimal 6 bulan terakhir, laporan keuangan (Neraca dan laporan Laba/rugi) minimal 2 tahun terakhir serta laporan keuangan tahun berjalan, cashflow projection untuk periode selama jangka waktu kredit yang dimintakan
  • Data Jaminan yang menunjukkan jenis barang, satus kepemilikannya (Copy Sertifikat, IMB,PBB,Akta jual beli, Copy bukti pembayaran PBB dan blue print), jika bukan merupakan fix asset misalkan piutang maka mintakan daftar piutangnya yang akan dijaminkan
Bilamana kelngkapan data-data umum tersebut diatas telah lengkap maka analisis dapat diteruskan dengan penelaahan lebih dalam mengenai prospek usaha dan manajemen, kemampuan memenuhi kewajibannya dan kondisi keuangannya. Untuk taksasi jaminan selalu dipastikan bahwa nilai jaminan harus dapat mengcover kredit yang akan diberkan sesuai dengan corporate policy/SOP bank anda

Semoga bermanfaat
aslam.fh@gmail.com

Posted in | Leave a comment

PENDEKATAN-PENDEKATAN DALAM ANALISIS KREDIT

Didalam melakukan analisis kredit ada beberapa metode pendekatan yang dapat digunakan oleh seorang analisis, adapun beberapa metode pendekatan yang penulis terapkan didalam praktek selama ini yakni meliputi: pendekatan karakter, pendekatan secara jaminan, pendekatan kemampuan membayar kembali dan pendekatan kelayakan usaha.
Sedangkan didalam bebrapa literatur yang penulis pelajari khususnya buku mengenai Credit Management Handbook karya Prof. Dr.H. Veithzal Rivai M.B.A dan Andria Permata Veithzal, B.Acct., M.B.A secara lengkap beberapa pendekatan yang dapat digunakan yakni Character Approach, Collateral Approach, Repayment Approach, Feasibility Approach, Agent Of Development Approach dan Relationship Approach. Berikut penjelasan lebih jauh mengenai beberapa pendekatan yang hanya diterapkan oleh penulis selama ini didalam melakukan analisis kredit:
  • Pendekatan Karakter. Pendekatan secara karakter ini lebih banyak penulis dasarkan pada adanya iktikad baik dari calon debitur didalam memenuhi apa yang menjadi kewajibannya pada pihak bank, sikap kooperatif yang ditunjukkan serta reputasi selama ini didalam lingkungan bisnisnya. Misalkan pengajuan kredit pemilikan rumah (KPR) oleh salah satu pemimpin tertinggi Bank BUMN, selain faktor jaminan, penekanan utama yang penulis garis bawahi dan menjadi titik kritis adalah reputasi dari calon debitur tersebut. Masih berkaitan dengan masalah karakter bilamana suatu usaha yang dikelola oleh calon debitur cukup menguntungkan sedangkan sikap koopereatif yang ditunjukkan oleh manajemen dinilai kurang (tidak terbuka dalam memberikan keterangan mengenai kinerja usaha yang dijalankan), berbohong, sulit dimintai data dan berbelit-belit maka serta merta hal ini menjadi faktor penguat bgi penulis didalam menolak pengajuan kreditnya.
  • Pendekatan Jaminan. Dalam pendekatan ini, nilai jaminan khususnya fix asset harus dapat mengcover kredit yang akan diberikan sesuai dengan SOP/Corporate Policy namun demikian tidaklah menutup kemungkinan sepanjang proyek usaha maupun kemampuan membayar kembali dinilai jelas serta aman maka kekurangan daripada fix asset tersebut perlu dimintakan pesetujuan lebih lanjut kepada pejabat pemutus kredit
  • Pendekatan Kemampuan Membayar. Dalam hal pendekatan terhadap kemampuan membayar ini, penulis mendasarkan penilaiannya atas cashflow dari calon debitur dan pembayaran dari pihak ketiga (bowheer). Perlu dipastikan juga bahwasanya bila sumber pembayarannya kembali ini berasal dari pihak ketiga maka calon debitur harus menyerahkan Standing Instruction atas tagihan piutang dari pihak pemberi kerja yang menyatakan bahwa tagihan/piutangnya tersebut dibayarkan langsung kerekening calon debitur di Bank pemberi kredit atau masuk kedalam escrow account untuk langsung menurunkan outstandingnya
  • Pendekatan Kelayakan Usaha. Pendekatan terhadap kelayakan usaha disini penulis lakukan dalam hal proyek usahanya tersebut jelas dan layak untuk dijalankan serta dijamin pembayarannya kembali, semisal proyek-proyek dari pemerintah, proyek-proyek penyaluran kredit kerjasama dengan departemen-departemen pemerintahan( kredit program Depkeu dan Deptan)

Posted in | Leave a comment
Powered by Blogger.