Showing posts with label Aspek Keuangan. Show all posts

ANALISA REKENING KORAN

ANALISA REKENING KORAN

Pembahasan saat ini yakni sharing mengenai analisa rekening koran. Sebagaimana diketahui bersama bahwa dengan dilakukannya analisa rekneing koran, kita mampu mengungkapkan kondisi keuangan maupun usaha debitur yang sedang berjalan, bagaimana prospeknya kedepan, dengan pihak mana saja debitur melakukan transaksi dan keadaan keuangan dari debitur dll. Berikut diulas lebih dalam analisa rekening koran.

Ada beberapa hal yang harus dianalisa dari rekening koran yakni:

Jenis transaksinya, meliputi transaksi kredit dan transaksi debetAktivitas harian/mutasi harianJumlah aktivitas / frekuensinyaTotal mutasi debet dan mutasi kreditnyaRata-rata saldo mengendapnyaRata-rata mutasi debet dan mutasi kreditnya

Gambaran secara umum mengenai hasil analisa rekening koran terhadap fasilitas kredit yang telah diterimanya

Mutasi sangat aktif (fasilitas terpakai secara optimal dan fluktuatif)

Usaha debitur sedang berkembang pesatBarang./ jasa debitur laris dipasaranKondisi keuangan baikDebitur berpotensi untuk berkembang

Mutasi tergolong aktif (fasilitas terpakai optimal dan fluktuatif)

Usaha debitur berjalan normalKegiatan debitur sebagian bersifat tunai atau ditransfer ke rekening lainKondisi keuangan cukup baikBerpotensi untuk dikembangkan

Mutasi rata-rata (fasilitas terpakai optimal namun stabil)

Ada kemungkinan debitur memerlukan sumber dana tambahanAda tagihan yang belum masuk / masuk tapi terlambat

Mutasi tergolong kurang aktif (fasilitas diberikan terpakai optimal namun stabil)

Debitur sedang mengalami kesulitas likuiditasUsaha sedang tersendat-sendatMemerlukan pinjaman tambahanLebih aktif transaksi di rekening lain

Mutasi rata-rata (fasilitas terpakai tidak optimal namun fluktuatif)

Debitur berhati-hati terhadap sumber dana dari bank yang telah diterimanyaDebitur aktif di bank lainPenerimaan tagihan lancarKredit Bank hanya terpakai sebagai dana cadangan

Demikian disampaikan..semoga  bermanfaat 

Hasan


Posted via Blogaway

Posted in | 1 Comment Location: Pancoran, Indonesia

ANALISA RATIO

ANALISA RATIO

Analisa ini diperlukan guna menginterpretasikan secara lebih mendalam kondisi keuangan suatu perusahaan, mengkaitkan korelasi antara neraca dan laba/rugi.

Ada banyak perhitungan analisa ratio, dalam hal ini kami hanya mensharingkan 4 ratio saja yang umum dan sering diaplikasikan:

Liquidity Ratio: Ratio ini mengukur kemampuan suatu perusahaan didalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya :

Current Ratio (CR) = Aset Lancar /Kewajiban LancarQuick Asset Ratio  = Kas + Setara Kas + Piutang Dagang /Kewajiban Lancar

Indebtedness Ratio : ratio yang digunakan untuk mengukur struktur permodalan. diantara ratio ini yakni:

Leverage         = Total Hutang / Total ModalLong Term Debt   = Hutang Jk.Panjang / Total ModalShort Term Debt  = Hutang Jk.Pendek/ Total Modal. 

Operating Ratio : Mengukur efektifitas perusahaan didalam pengelolaan aset-asetnya

Perputaran Piutang    = (Piutang / Penjualan ) X 360 hariPerputaran Persediaan = (Persediaan / HPP ) x 360 hariPerputaran Hutang Dagang = (Hutang Dagang/ HPP ) X 360 hari

Profitability Ratio : Mengukur efisiensi perusahaan didalam mengelola aset-asetnya

Return On Aset (ROA)   = (Laba Bersih / Penjualan ) x 100%Return On Equity (ROE) = (Laba Bersih/ Total Modal) X 100%

Demikian sharingnya..semoga bermanfaat

Hasan







Posted via Blogaway

Posted in | Leave a comment Location: 3, Pancoran, Indonesia

BEDAH NERACA &LABA RUGI USAHA JASA (ANALISA KREDIT)

Dalam kesempatan pertama ini kita membahas mengenai bedah keuangan sebagai salah satu aspek didalam evaluasi kredit calon debitur. Adapun untuk pembahasannya saat ini ditujukan pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa.

Langsung kepada pokok permasalahan

I. Neraca

Neraca terdiri Pos Aktiva dan Pasiva. Untuk Aktiva terbagi menjadi Aktiva Lancar dan Aktiva Tetap

Aktiva lancar

Aktiva lancar terdiri dari beberapa pos,pada umumnya yang menjadi titik utama analisis kredit yakni terhadap pos Piutang Usaha. Piutang Usaha perusahaan jasa terbagi menjadi piutang usaha untuk pekerjaan yang sudah selesai dikerjakan serta piutang usaha untuk pekerjaan yang masih berjalan/belum selesai dikerjakan yang kesemuanya belum dibayarkan oleh pihak pemberi kerja (bowher).

Untuk piutang usaha ini selain perlu di teliti jumlah dan nominalnya juga harus dicermati mengenai jangka waktu jatuh temponya pembayaran tagihan oleh pihak pemberi kerja. Mengenai pola-pola pembayaran tagihan biasanya dilakukan oleh pihak bowheer kepada pelaksana kerja setelah proyek selesai dikerjakan dan atau dipersyaratkan lain misalnya adanya pembayaran DP/Uang Muka sebesar prosentase tertentu dari nilai proyek, dan sisanya dibayarkan setelah proyek selesai dikerjakan  

Aktiva Tetap

Untuk aktiva tetap pada neraca keuangan perusahaan jasa bisa terdiri dari Tanah dan Bangunan, Inventaris kantor serta Kendaraan. Perlu dipastikan bahwasanya untuk pos ini komposisinya harus lebih kecil dibandingkan pos Aktiva lancar

Kewajiban Jk.Pendek dan Jk.Panjang 

Akun kewaiban Jk.Pendek dan Jk.Panjang merupakan sumber dana yang bisa berasal dari Hutang Usaha,Hutang Bank maupun Hutang Pemegang Saham.

Untuk hutang usaha merupakan hutang kepada supplier (kredit)sedangkan untuk hutang Bank merupakan fasilitas hutang yang diberikan oleh pihak Bank /fasilitas  kredit  untuk membiayai Biaya supplier seperti pembelian material/biaya pengiriman/pengangkutan alat/ serta pembiayaan untuk operasional proyek seperti: pengeluaran kantor, gaji karyawan,tenaga ahli, dan buruh lapangan selanjutnya untuk Hutang pemegang saham merupakan saldo hutang perusahaan pemegang saham yang peruntukannya bisa untuk membiayai operasional perusahaan dll

Permodalan

Akun permodalan terdiri dari pos Modal dan saldo laba

II.Laporan Laba/Rugi

Beberapa pos dalam laporan Laba/rugi

Pos Pendapatan

Pos ini mencerminkan penerimaan pembayaran atas proyek-proyek yang telah selesai dikerjakan dari pihak-poihak pemberi kerja

Biaya Operasional/Admin dan Umum

Untuk pos ini komponen umumnya namun tidak terbatas terdiri dari biaya peralatan, perdin, biaya angkut, biaya listrik dan air,telephone,Gaji karyawan,asuransi dll

Demikian sedikit uraiannya,semoga bermanfaat

Hasan


Posted via Blogaway

Posted in | Leave a comment Location: 3, Pancoran, Indonesia

Karakteristik Keuangan Toko Bahan Bangunan

Dalam kesempatan ini akan diuraikan mengenai karakteristik keuangan toko bahan bangunan secara umum. Untuk struktur keuangannya memang tidak jauh berbeda dengan struktur keuangan perusahaan dagang lainnya namun ada beberapa pos yang perlu dicermati lebih dalam yakni:
  1. Pos Piutang. Untuk toko bahan bangunan, piutang ini muncul karena adanya penjualan secara kredit baik kepada kontraktor,sesama toko bahan bangunan atau kepada end user
  2. Pos Persediaan. Untuk toko bahan bangunan pos ini memiliki komposisi yang terbesar dibandingkan dengan pos-pos lainnya. Pengusaha toko bahan bangunan biasanya selalu menjaga kelengkapan berbagai jenis persediaan barang dagangannya
  3. Pos Hutang Dagang. Pos ini timbul atas pembelian barang dagangan dari pemasok. Saat ini umumnya transaksi lebih banyak dilakukan secara tunai namun terdapat juga barang-barang tertentu yang pembayarannya dapat dilakukan secara kredit sehingga menimbulkan hutang dagang
  4. Pos Penjualan. Dalam pos ini yang perlu mendapat perhatian adalah kenaikan atau penurunan penjualan dari periode ke periode. Perlu dipastikan juga bahwa penjualannya mencerminkan rata-rata mutasi kredit dari rekening korannya
  5. Pos Harga Pokok Penjualan (HPP), yang perlu mendapat perhatian adalah berubah-ubahnya prosentase HPP terhadap penjualannya serta dipastikan HPP tercermin dalam rata-rata mutasi debetnya dari rekening koran
Demikian, semoga bermanfaat.......

Posted in | 2 Comments

Karakterisitik Keuangan Multifinance

Dalam kesempatan ini akan diuraikan mengenai karakterisitik struktur keuangan multifinance secara umum. Pembahasan dalam artikel ini akan dijabarkan mengenai beberapa kebijakan akuntansi terhadap pos-pos utama pada Neraca yang bersumber dari laporan keuangan audited PT XXXX Multifinance periode 31 Desember 2009 dan 2008. Berikut pembahasannya:
  1. Pos Kas dan Setara Kas. Pos kas dan setara kas umumnya menunjukkan uang tunai dan saldo giro multifinace di Bank lain dan Deposito
  2. Pos Tagihan Anjak Piutang. Tagihan anjak piutang dinyatakan sebesar nilai bersihnya (setelah dikurangi pendapatan yang belum diakui). Pendapatan anjak piutang yang belum diakui merupakan selisih lebih antara tagihan anjak piutang atas harga perolehannya. Pendapatan anjak piutang sebagai pendapatan pada saat realisasi (jatuh tempo) dari piutang yang bersangkutan
  3. Pos Pembiayaan Konsumen. Pembiayaan konsumen dinyatakan sebesar nilai bersihnya (setelah dikurangi pendapatan yang belum diakui). Pendapatan pembiayaan konsumen yang belum diakui merupakan perbedaan antara jumlah angsuran yang diterima dari konsumen dan jumlah pokok pembiayaan, yang akan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu perjanjian pembiayaan konsumen berdasarkan tingkat pengembalian yang dihitung secara berkala
  4. Pos Sewa Guna Usaha. Berdasarkan PSAK, suatu transaksi digolongkan sebagai transaksi sewa guna usaha bila memenuhi kriteria sbb:
  • Penyewa guna usaha memiliki hak opsi untuk membeli aset yang disewa guna usahakan pada akhir masa sewa dengan harga yang telah disetujui bersama pada saat dimulainya perjanjian sewa guna usaha
  • Seluruh pembayaran berkala yang dilakukan oleh penyewa guna usaha ditambah dengan nilai sisa mencakup pengembalian harga perolehan barang modal yang disewa guna usahakan serta bunganya yang merupakan keuntungan perusahaan sewa guna usaha (full payout lease)
  • Masa sewa guna usaha minimum 2 (dua) tahun
Berdasarkan metode sewa guna usaha pembiayaan, selisih antara piutang SGU ditambah nilai sisa dengan harga perolehan aktiva yang merupakan pendapatan sewa guna usaha yang belum direalisasi, akan diakui sebagai pendapatan sesuai dengan jangka waktu perjanjian SGU berdasarkan suatu tingkat pengembalian yang dihitung secara berkala

Dalam Neraca, ketiga pos diatas (anjak piutang, pembiayaan konsumen,leasing) haruslah memiliki komposisi yang terbesar dibandingkan dengan pos-pos lainnya yang ada dalam neraca

Demikian, Semoga bermanfaat....

Posted in | Leave a comment
Powered by Blogger.