Showing posts with label Kredit Mikro. Show all posts

Analisis Agunan

Persoalan Agunan memang sudah menjadi persoalan klasik yang menjadi hambatan bagi pihak pelaku mikro didalam memperoleh akses permodalan ke Bank namun demikian penilaian terhadap agunan hanya merupakan salah satu faktor yang dijadikan pertimbangan didalam memutuskan suatu kredit, yang paling utama ditekankan bagi seorang analis yakni kejelasan proyek/kegiatan usaha yang dibiayai (sebagai jaminan utama) serta sumber pembayaran kembali dari pinjaman yang diberikan.
Bila calon debitur dapat menyediakan jaminan, maka perlu dilakukan penilaian atas agunan dan ketentuan mengenai agunan tergantung dari policy masing-masing bank, Umumnya untuk pengajuan kredit modal kerja, besarnya agunan minimal 120% dari pinjaman yang diajukan.

Posted in | Leave a comment

Analisis Aspek Keuangan

Analisis terhadap faktor keuangan didalam sektor mikro ini memang cukup merepotkan dikarenakan sebagian besar dari pelaku pasar tidak mempunyai catatan yang tersusun secara rapi dan terstruktur. Oleh karenanya seorang analis diharapkan mempunyai pengetahuan dan kemampuan untuk memberikan masukan, solusi kepada calon debitur didalam penyusunan sebuah cashflow secara sederhana yang didasarkan dari bon-bon hasil transaksi perhari atau per minggu/ per bulan dengan tujuan untuk menentukan kemampuan pembayaran kembali pinjaman yang diberikan baik pokok maupun bunganya. Untuk menilai kelayakan lebih detailnya pastikan bahwa pendapatan usahanya setelah dikurangi dengan biaya-biaya operasional dan biaya hidup hasilnya masih dapat digunakan untuk mengangsur pinjaman bank. Maksimal 60 % dari pendapatannya diperkenankan untuk mengangsur pinjaman dan selebihnya yang 40 % untuk biaya hidup. Ketentuan besarnya prosentase ini tergantung daripada kebijakan masing-masing Bank.

Posted in | Leave a comment

Penilaian Aspek Pemasaran

Penilaian terhadap aspek pemasaran ini, difokuskan pembahasannya terhadap pengelolaan produk, penetapan harganya serta promosinya oleh perusahaan calon debitur:
  1. Produk / Jasa
    Perlu diteliti apakah produk atau jasa yang diusahakan oleh calon debitur masih luas pangsa pasarnya dan apakah keseluruhan paket produk/jasa yang dihasilkan dapat memenuhi kebutuhan serta keinginan dari konsumen.
  2. Penetapan Harga
    Kebijakan penetapan harga selalu didasari oleh tujuan penetapan harga. Cari tahu hal yang mendasari calon debitur didalam tujuannya menetapkan harga terhadap produk/jasa yang dihasilkannya. Apakah tujuannya untuk memaksimalkan laba, mempromosikan produknya ataupun sekedar untuk mempertahankan bagian pasarnya.
    Dengan mengetahui secara jelas tujuan dari calon debitur didalam menetapkan harga terhadap produk/jasa yang diusakannya, kita sebagai analis kredit dapat menggambarkan secara lebih obyektif kelayakan dari harga yang ditetapkan oleh calon debitur.
  3. Promosi. Cari tahu mengenai alat promosi yang dijalankan oleh calon debitur didalam mengkomunikasikan produk/jasa yang diusahakannya. Cari tahu juga apakah alat promosi yang dijalankannya selama ini cukup efektif dan efisen terutama dalam hal biaya?

Posted in | Leave a comment

Penilaian Jenis Usaha

Penilaian jenis usaha daripada calon debitur penekanannya adalah untuk menilai, mengetahui jenis-jenis risiko yang melekat pada usaha calon debitur yang bersangkutan serta upaya-upaya yang diperlukan untuk memitigasi risiko tersebut. Setiap risiko dari jenis-jenis usaha tersebut harus dianalisa dan diatasi, semakin banyak risiko yang mungkin timbul semakin banyak yang harus dianalisa serta diupayakan cara-caranya untuk meminimalisir risiko tersebut. Misal untuk jenis usaha yang bergerak disektor jasa:

  • Salon, risiko-risiko yang mungkin timbul berkaitan dengan pembiayaan terhadap jenis usaha ini adalah masalah Lokasi. Apakah lokasinya berada didalam sebuah Mall, dipinggir jalan atau dikomplek pertokoan, bagaimana akses menuju salon. Kemungkinan risiko selanjutnya adalah soal Sumber Daya Manusianya (SDM), perlu diketahui secara mendalam bagaimana ketrampilan SDM-SDM yang bekerja disalon tersebut, tentunya perlu dilakukan interview dan kunjungan langsung ke salon tersebut. Kemungkinan risiko selanjutnya yakni soal Service Quality, bagaimana pelayanan yang ada selama pelanggan berada di salon tersebut dan kemungkinan-kemungkinan risiko lainnya yang mempengaruhi prospek usaha salon tersebut kedepannya dan mutlak harus dianalisa serta diupayakan mitigasinya.
  • Bengkel Mobil, risiko-risiko yng mungkin timbul berkaitan dengan usaha bengkel mobil ini yakni persoalan lokasi, ketersedian dan ketrampilan SDM yang bekerja di bengkel tersebut serta risiko ketersediaan peralatan bengkel, service quality dan kemungkinan-kemungkinan risiko lainnya yang perlu dianalisa serta dimitigasi

Posted in | Leave a comment

Analisa Kredit Aspek Teknis (Kredit Mikro)

Penilaian risiko terhadap aspek teknis ini meliputi analisa terhadap tempat usaha yang bersangkutan, produktivitasnya serta kualitas daripada produk/jasa yang dihasilkannya

1. Tempat Usaha
Penilaian terhadap tempat usaha calon debitur tergantung daripada jenis usahanya, apakah bergerak di bidang industri, jasa ataupun perdagangan. Untuk sektor Industri misalnya pastikan bahwa tempat/lokasi usaha calon debitur ini dekat dengan sumber bahan baku, semakin dekat semakin baik karena hal ini menyangkut besaran biaya transportasi serta pastikan juga legalitas dari tempat/lokasi usaha tersebut apakah statusnya sewa atau milik sendiri dan sudah ada ijin HO atau belum. Demikian pula halnya untuk sektor jasa maupun perdagangan. Pastikan bahwa tempat usaha dekat dengan keramaian , padat dengan lalu lintas kendaraan dan tersedianya parkir yang memadai. Asumsinya semakin ramai dan padat semakin besar kemungkinan pengunjung untuk datang bertransaksi sehingga omzet penjualan meningkat dari hari keharinya.

2. Produktivitasnya
Penilaian produktivitas ini juga tergantung dari pada bidang usaha yang dijalankan oleh calon debitur. Untuk bidang usaha yang bergerak disektor industri pahami proses produksi dari pada produk yang dihasilkan, bahas juga mengenai peralatan-peralatan yang digunakan, apakah peralatan yang tersedia cukup lengkap serta kondisinya baik atau perlu perbaikan. Kesemuanya dibahas secara mendetail

3. Kualitas Produksinya
Penilaian terhadap kualitas produksi perlu diperbandingkan dengan hasil produksi dari kompetitor. Kualitas dari pada hasil produksi ini tergantung juga dari peralatan-peralatan serta ketrampilan dari tenaga kerjanya.

Posted in | Leave a comment

Analisa Kredit Aspek Karakter (Kredit Mikro)

Dalam praktek selama ini,ada berbagai macam indikator-indikator yang dapat dijadikan patokan oleh analis kredit maupun juga oleh pihak pemutus kredit didalam menilai kelayakan suatu usulan kredit berdasarkan aspek karakter yakni:

1.Umur/Usia
Tujuan analisa berkaitan dengan soal umur disini adalah menyangkut risiko Fikiran dan Fisik. Semakin tua semakin tinggi risikonya dikarenakan faktor kesehatan dan stamina hidup, demikian pula halnya bila terlalu muda semakin kurang juga nilainya dikarenakan faktor pengalaman dan kedewasaaan. Meskipun penilaian tersebut tidak mutlak, namun hal ini dapat dijadikan sebagai salah satu pertimbangan didalam memutuskan usulan kredit. Data mengenai umur tersebut dapat kita ketahui melalui Isian form dan juga interview

2.Riwayat Pendidikan
Semakin tinggi pendidikan, semakin tinggi nilainya, pendidikan disini tidak hanya sebatas pendidikan formal tapi juga meliputi pendidikan non formal. Penilaian terhadap pendidikan ini juga tidak mutlak karena tidak jarang banyak para entrepreneur sukses yang latar belakang pendidikannya hanya SDTT (Sekolah Dasar Tidak Tamat)

3.Pengalaman
Semakin lama dan banyak pengalaman yang oleh pemilik, key person ataupun pegawai didalam menjalankan usahanya semakin kecil risiko yang dihadapi, tentunya informasi ini cukup membantu bagi analis kredit didalam menyampaikan usulan kreditnya kepada pejabat pemutus kredit. Informasi ini dapat digali melalui wawancara secara langsung maupun juga dari beberapa track record usaha yang dijalankan minimal 2 tahun terakhir

Dan beberapa indikator penilaian lainnya baik ketekunan, ke kreativitasan, ketegasan maupun kejujurannya yang kesemuanya dapat diperoleh melalui interview secara langsung serta mencocokkan apa yang diungkapkan dengan realitanya.

Posted in | Leave a comment
Powered by Blogger.